• SMP NEGERI 11 KENDARI
  • Berjuta Sukma

Ikhlas itu Susah, Tetapi Semakin Diasah Semakin Mudah

Ikhlas itu mudah diucapkan, gampang ditulis, sederhana dibicarakan, tapi amat sukar untuk dikerjakan. Padahal, ikhlas adalah satu di antara dua kunci diterimanya amal selain meneladani Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi wa Sallam.

Ikhlas itu rumit. Apalagi, ianya tidak bisa diindra. Ianya menjadi rahasia agung antara seorang hamba sebagai pelaku dengan Allah Ta’ala Yang Mahatahu. Sukar. Sulit. Banyak ujiannya. Di sinilah peliknya; ikhlas itu sukar, tapi kita diperintahkan untuk melakukannya.

Sebenarnya, mengapa ikhlas sulit dilakukan? Sebabnya, nafsu. Nafsu itu, dilatih oleh setan terlaknat. Nafsu itu, jika menguasai seorang hamba, ianya bisa mengalahkan akal sehat hingga membutakan. Nafsu itu jahat. Nafsu itu membinasakan. Namun, manusia juga membutuhkan nafsu sesuai kadarnya guna kelangsungan hidup dan derajat yang tinggi jika bisa menundukkannya.

Nah, berikut ini beberapa tanda bahwa hati kita sebenarnya belum ikhlas terhadap ketentuan Allah, mari cek bersama:

  1. Mengeluh atau menggerutu
  2. Masih belum yakin bahwa yang terjadi adalah yang terbaik 
  3. Gelisah dan galau 
  4. Sering berandai-andai tentang masa lalu

Kali ini, saya ingin berbagi sedikit hal tentang ilmu ikhlas ini. Jujur, saya pun masih terus belajar untuk hal ini. Dan saya berterima kasih kepada ayah terbaik yang sudah mengajarkan keikhlasan dengan cara terbaik. Kisah ini pernah saya tulis di edisi “Menyanyangi Tanpa Disadari, Pendidikan Indah Seorang Ayah.”

Daripada banyak nanya apa definisi atau bagaimana caranya ikhlas, lebih baik kita mulai dari hal sederhana. Apa aja sih yang harus kita ikhlaskan?

  1. Ikhlaskan Ketika Orang Lain Lebih Baik

Ini penyakit hati yang paling sering dialami oleh banyak orang. Terutama bagi anak muda yang semangatnya menggebu-gebu untuk meraih banyak prestasi. Ingin mendapatkan juara pertama di segala hal. Dengan usahanya yang keras dan disiplin, dia pun berhasil mencapai tujuannya. Tapi tentu saja keberhasilan tidak akan selalu didapatkan. Ada kalanya berada di bawah dan gagal. Ada kalanya bahkan seringkali orang lain lebih baik. Maka ikhlaskanlah. Karena diatas langit masih ada langit. Teruslah belajar dan tetap rendah hati. Stay foolish, stay hungry.

  1. Ikhlaskan Ketika Gagal Berkali-Kali

Sekali mencoba gagal. Dua kali mencoba masih gagal. Tiga kali mencoba tetap gagal. Sampai kapan kegagalan ini terjadi? Pernah merasakan hal yang sama? Ya sayapun pernah. Tapi gagal berkali-kali bukan alasan untuk menyerah. Saya percaya kamu pasti sangat ingat dengan pesan dan pelajaran dari Thomas Alva Edison yang gagal ratusan kali dalam menemukan bola lampu. Dia terus berusaha dan mencoba. Responnya ketiga gagal pun tetap positif dan MEMBERDAYAKAN.

“Aku bukan gagal 999 kali. Aku hanya menemukan 999 cara lain yang membuat ini tidak berhasil dan mendekati keberhasilan”

Applause!! Powerful. Ya mungkin tidak akan semudah itu melakukannya. Tapi tetaplah ambil semangat tersebut. Ikhlaskan kegagalan dan lakukan evaluasi untuk hasil yang lebih baik. Ditambah lagi Allah sudah mengingatkan :

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap” (QS Al-Insyirah : 5-8)

  1. Ikhlaskan Ketika Mendapatkan Musibah

Siapa sih yang gak pernah mendapatkan musibah? Siapapun pernah. Anggota keluarga yang meninggal, rumah kebakaran, gagal di ujian dan berbagai musibah lainnya. Hanya saja yang membedakan seseorang adalah responnya. Apakah dia mengeluh dengan musibah atau mencari hikmahnya? Ikhlaskanlah musibah yang terjadi dan carilah hikmahnya. Karena percayalah, Allah mencabut hal tersebut untuk menguji, memberikan pelajaran, dan menaikkan kelas kehidupan kita. Ikhlaskanlah.

  1. Ikhlaskan Ketika Perlakuan Baik Diabaikan

Melakukan hal baik dicuekin? Pernah? Pasti sering. Apakah karena diabaikan kita berhenti untuk berbuat baik? Apakah karena tidak dilihat orang lain lalu berhenti untuk berbuat baik? Sungguh merugi jika penilaian orang lain yang membuat kita berbuat baik atau tidak. Toh manusia gak melihat tapi Sang Pencipta pasti melihat kan? Lalu kenapa berhenti? Padahal ketika tidak dipuji, dilihat, bahkan diabaikan orang lainnlah kita belajar keikhlasan.

  1. Ikhlaskan Ketika Melakukan Hal Benar Lalu Dibenci

Nah ini juga. Seringkali kita takut berbuat benar karena menghindari kebencian orang lain. Yaelah. Sebenarnya siapa sih harus ditakuti? Manusia atau yang menciptakan manusia? Nabi sudah memberikan contoh ini ratusan tahun sebelum kita lahir. Lah manusia sesempurna itu saja tetap ada yang benci, nah kita? Hatters gonna hate. Selalu ada hatters dari apa yang kita lakukan. Maka tetaplah berbuat benar dan ikhlaskan kebencian orang lain.

  1. Ikhlaskan Karena Kita Tidak Bisa Melakukan Segala Hal

 

Sekali lagi, ikhlas itu memang tidak mudah. Tapi bukan berarti mustahil. Diam saja tidak akan memberikan hasil. Maka mulailah berlatih dengan hal kecil.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Lomba Tari Lulo Kreasi Se Kota Kendari

"Segala Puji Bagi Tuhan, Pemilik Anugrah dan Kenikmatan" Jarak dari sebuah pusat perkotaan bukanlah menjadi halangan bagi kalian untuk dapat menjadi yang terbaik dalam sebuah asa (Harap

04/09/2020 23:21 - Oleh Hasanah, S.Pd - Dilihat 355 kali
Mengikuti Upacara Di Kantor Walikota Kendari

Sebuah Perkumpulan atau Organisasi atau apapun itu namanya termasuk (Sekolah), akan menjadi Maju, Indah, Baik, atau apapun yang bersifat baik jadinya. Pokok untuk menjalankannya adalah

04/09/2020 19:05 - Oleh Hasanah, S.Pd - Dilihat 286 kali